<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IlusiMedia</title>
	<atom:link href="http://ilusimedia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilusimedia.com</link>
	<description>Multimedia webdesign &#38; Ddevelopment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 May 2011 02:53:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Permasalahan Pencetakan / Dalam Mencetak Corel Draw</title>
		<link>http://ilusimedia.com/2011/05/permasalahan-pencetakan-dalam-mencetak-corel-draw/</link>
		<comments>http://ilusimedia.com/2011/05/permasalahan-pencetakan-dalam-mencetak-corel-draw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 09:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilusimedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corel Draw]]></category>
		<category><![CDATA[cmyk]]></category>
		<category><![CDATA[color mapping]]></category>
		<category><![CDATA[corel dasar]]></category>
		<category><![CDATA[laster]]></category>
		<category><![CDATA[percetakan]]></category>
		<category><![CDATA[printing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilusimedia.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini menjelaskan sedikit permasalahan yang kita alami dalam pencetakan atau print file pada Corel DRAW , mungkin artikel berikut ini bisa menjadi sedikit referensi untuk memaksimalkan hasil print dari CorelDRAW, semoga bermanfaat. Jika menggunakan effect Drop Shadow pada corelDRAW Drop Shadow atau object dengan transparansi, mungkin akan ditemukan problem dalam hal pencetakan dengan printer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini menjelaskan  sedikit <strong>permasalahan yang kita alami dalam pencetakan</strong> atau print file pada  Corel DRAW , mungkin artikel berikut  ini bisa menjadi sedikit referensi untuk  memaksimalkan hasil print dari  CorelDRAW, semoga bermanfaat.</p>
<p>Jika menggunakan effect  Drop Shadow pada corelDRAW Drop Shadow atau  object dengan transparansi, mungkin  akan ditemukan problem dalam hal  pencetakan dengan printer komposit (laser  printer, inkjet dan  sebagainya) meskipun semuanya terlihat baik di monitor, akan  tetapi  masih saja tidak dapat menghasilkan cetakan yg tepat.<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.net/coreldraw/c_dasar_11/coreldraw_dasar_11_clip_image002.jpg" alt="tutorial coreldraw" /></p>
<p>Mengapa hal ini dapat  terjadi &#8230; ;-(</p>
<p>Cara CorelDRAW  memperlakukan transparansi</p>
<p>Di dalam mereproduksi  sebuah object yang transparan, CorelDRAW akan  membuat gambar bitmap dari object  aslinya yang diberi effect Drop  Shadow, seperti pada gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.net/coreldraw/c_dasar_11/coreldraw_dasar_11_clip_image002_0000.jpg" alt="tutorial coreldraw" /><br />
Sehingga hasil yg  didapatkan adalah bahwa Drop Shadow Bitmap akan mempunyai batas pada vektor  object.</p>
<p><strong>Color Space Mapping</strong><br />
Pada saat melihat Drop  Shadow pada <a href="http://www.ilmugrafis.com/">Corel DRAW</a> akan terlihat sempurna apabila dilihat pada monitor, akan  tetapi bila  dicetak akan menghasilkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang   ditampilkan pada monitor. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita  coba  membahasnya di bawah ini</p>
<p>Perbedaan alat Output atau  Output Device untuk menampilkan reproduksi  warna adalah jawaban yang tepat.  Monitor mempunyai tiga unsur warna  fosfor yang mempunyai tiga warna, yaitu <strong>red</strong>, <strong>green</strong> dan <strong>blue</strong> sering disebut <strong>RGB</strong>.  Sedangkan pada  peralatan cetak atau printing device mempunyai  teknologi yang berbeda, yaitu  mempunyai substraksi warna tinta <strong>Cyan</strong>, <strong>Magenta</strong>, <strong>Yellow</strong> dan <strong>Black</strong> yang sering disebut <strong>CMYK</strong>.  Karena mempunyai teknik yang  betul-betul berlainan dalam mereproduksi  warna maka bukan hal yang tidak  mungkin bahwa kedua teknik tersebut  akan mempunyai cara pandang yang berlainan  di dalam mereproduksi suatu  warna alam yang ditangkap oleh mata manusia. Pada  monitor <strong>RGB</strong> yang modern mempunyai jangkauan warna yang sangat beragam  daripada teknologi printer <strong>CMYK</strong>, hal inilah yang sering menjadi masalah  sangat serius didalam problem pencetakan. Designer harus selalu memakai cara  pandang <strong>CMYK</strong> didalam melakukan kombinasi warnanya, bukan dengan standard <strong>RGB</strong> yang selalu dilihat dalam layar monitor</p>
<p>Terdapat dua cara untuk  menterjemahkan permasalahan warna satu dengan warna yang lain :<br />
1. Gantilah       warna yang dekat dengan Output Device daripada yang terlihat pada layar       monitor.<br />
2.  Berilah skala warna pada object asli untuk menentukan  range warna  Outputnya. Akan tetapi perbedaan secara relatif pada warna akan  selalu  ada.<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.net/coreldraw/c_dasar_11/coreldraw_dasar_11_clip_image002_0001.jpg" alt="tutorial coreldraw" /><br />
3. Dua transfer warna secara  algoritma dapat dijelaskan pada grafik dibawah ini :<br />
Pada gambar tersebut: <strong>S </strong>–  warna sumber asli, <strong>D</strong> – warna tujuan, <strong>B</strong> – range warna yang dapat  ditampilkan output device, <strong>E</strong> – warna output device yang di skalakan  dengan warna sumbernya</p>
<p>Saat menggunakan metode 1  (grafik kiri), warna pada daerah <strong>B</strong> dapat tercetak tanpa ada perubahan.  Sedangkan range <strong>A</strong> dan <strong>C</strong> dapat diwakili dengan range warna yang  mendekati dengan range <strong>B</strong>.  sedangkan apabila menggunakan metode 2 (grafik  kanan), semua warna  yang ditampilkan akan mempunyai hasil yang khas walaupun  tidak sesuai  dengan warna aslinya</p>
<p>Metode 1 adalah metode yang  paling tepat apabila menggunakan  ilustrasi-ilustrasi berbasis vektor yang tidak  menurut range warna yang  sangat bervariasi. Pada gambar fotografi distorsi  warna akan terjadi</p>
<p>Saat CorelDRAW mencetak  documment tersebut pada printer komposit, akan  menerapkan alogaritma yang kita  bahas diatas. Secara defaultnya metode 1  diterapkan pada gambar dengan basis  vektor, sedangkan metode 2 banyak  digunakan untuk gambar-gambar bitmap</p>
<p>Untuk menanggulangi bencana  diatas, dapat diikuti petunjuk dibawah ini :</p>
<p>Convertkan object ke  bitmap, dari sini dapat dibuat Drop Shadow lebih  bagus, atau cetaklah pada  object yang berlainan. Hal penting yang harus  diperhatikan adalah, jangan  menggabungkan vektor dengan bitmap pada  kotak warna yang sama.</p>
<p>Dalam CorelDRAW, aturlah  pada menu <strong>Tools</strong>, pilih <strong>Option</strong>, <strong>Global</strong>, <strong>Color Management</strong>, <strong>General</strong> dan dapat dilihat pada menu <strong>Drop Down</strong> dengan nama <strong>“Mapping  Mode” (“Rendering Intent”)</strong>. Dan atur pada <strong>“Illustration”</strong> atau <strong>“Pjotographic”</strong> <strong>(“Saturation” dan “Perceptual”)</strong>, pastikan jangan memilih <strong>“Automatic”</strong>.</p>
<p>Pada driver printer,  sebagai contoh Canon iP1800 Series gunakan  automatic color secara defaultnya  pastikan mengatur pada dua metode  dari pada type digunakan yang otomatis.  Metode 1 sering disebut <strong>“Vivid Colors”</strong> dan metode 2 disebut <strong>“Match  Colors On Screen”</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel dikutip dari: http://www.ilmugrafis.com/coreldraw_dasar.php?page=permasalahan-pencetakan-dalam-mencetak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilusimedia.com/2011/05/permasalahan-pencetakan-dalam-mencetak-corel-draw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Memasukan Foto Cinta Laura ke dalam Template</title>
		<link>http://ilusimedia.com/2011/05/cara-memasukan-foto-cinta-laura-ke-dalam-template/</link>
		<comments>http://ilusimedia.com/2011/05/cara-memasukan-foto-cinta-laura-ke-dalam-template/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 06:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilusimedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[foto cinta laura]]></category>
		<category><![CDATA[pen tool]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop Basic]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilusimedia.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Sorry nih jarang bikin tutorial, karena emang masa liburan.. dimana -mana pasti orang males ngapa-ngapain.. hehehe.. Tutorial photoshop yang sekarang saya pilih gimana cara masukin foto ke dalam template.. saya pilih karena banyak yang tanya.. Ada email ke saya katanya pengen tau cara masukin foto ke dalam template yang udah ada.. gambar template nya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sorry nih jarang bikin tutorial, karena emang masa liburan.. dimana -mana pasti orang males ngapa-ngapain.. hehehe..</p>
<p>Tutorial photoshop yang sekarang saya pilih gimana cara masukin foto ke dalam template.. saya pilih karena banyak yang tanya..</p>
<p>Ada email ke saya katanya pengen tau cara masukin foto ke dalam template yang udah ada.. gambar template nya yang ini</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2651" title="template1" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template1.jpg" alt="" width="498" height="398" /></a></p>
<p>rencana nya.. foto kita mau dimasukin ke dalam layar putih yang ditunjukin ma orang-orang di samping.</p>
<p>Gambar original nya bisa didownload yang ini.. (klik untuk memperbesar lalu save)</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/Peoplewithbillboards0941.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2657" title="Peoplewithbillboards094" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/Peoplewithbillboards0941-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Buka gambar template..</p>
<p>Seleksi semua yang masuk ke dalam layar putih dengan PEN TOOL.. usahakan sedetail mungkin.. zoom kalo perlu.</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2658" title="template2" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template2.jpg" alt="" width="462" height="605" /></a></p>
<p>hasil yang didapat :</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2652" title="template3" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template3.jpg" alt="" width="453" height="577" /></a></p>
<p>kalo udah terseleksi <a href="http://ilmuphotoshop.com/2008/03/19/tool-tool-photoshopsambungan/">pen tool</a> klik kanan di layar &gt; make selection</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2639" title="template4" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template4.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Hasil seleksinya bakalan seperti ini</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2654" title="template5" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template5.jpg" alt="" width="340" height="430" /></a></p>
<p>Sampe disini ada pertanyaan ?</p>
<p>gak ada pertanyaan ya ? .. ya udah lanjut deh..  :p</p>
<p>Sekarang kita perhalus bagian tepi hasil seleksi tadi dengan feather.. Klik select &gt;modify &gt; feather</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2640" title="template6" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template6.jpg" alt="" width="322" height="174" /></a></p>
<p>Sekarang telan eh tekan CTRL + J untuk mengcopy hasil seleksi menjadi layer baru..</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template7.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2641" title="template7" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template7.jpg" alt="" width="290" height="244" /></a></p>
<p>Buka foto yang mau dibuat jadi objek nya.. saya pake Foto Cinta Laura aja deh..</p>
<p>setelah dibuka, drag foto cincha laura ke template yang udah disetting tadi</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template8.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2642" title="template8" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template8.jpg" alt="" width="409" height="510" /></a></p>
<p><strong>Foto Cinta Laura</strong> tadi di atur supaya pas sama kotak putih nya.. puter dikit..</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template9.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2643" title="template9" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template9.jpg" alt="" width="328" height="384" /></a></p>
<p>Tukar layer 1 jadi di atas layer 2 ( drag layer 1 ke paling atas )</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template10.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2644" title="template10" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template10.jpg" alt="" width="473" height="430" /></a></p>
<p>Matikan layer 2  dengan menghilangkan gambar mata di samping layer window ( Foto Cinta Laura) sehingga background putihnya keliatan..</p>
<p>seleksi background putih dengan polygonal lasso tool..</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template11.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2645" title="template11" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template11.jpg" alt="" width="500" height="436" /></a></p>
<p>kalo udah.. nyalain lagi layer 2 … terus klik Select &gt; inverse karena kita akan menyeleksi selain background putih</p>
<p>Tekan Tombol DELETE</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template12.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2646" title="template12" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template12.jpg" alt="" width="436" height="477" /></a></p>
<p>Tekan CTRL + D untuk menghilangkan seleksi..</p>
<p>Sekarang kita buat bayangan supaya terkesan Real..</p>
<p>Buat layer baru di bawah layer 1 diatas layer 2 (foto Cinta Laura ).. ( antara layer 1 dan layer 2 (Foto Cinta Laura) )</p>
<p>Warnai bagian-bagian tertentu (yang diberi panah merah di gambar ) dengan Brush tool warna hitam</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template13.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2647" title="template13" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template13.jpg" alt="" width="469" height="587" /></a></p>
<p>Klik Filter &gt; Blur &gt; Gaussian Blur</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template14.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2648" title="template14" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template14.jpg" alt="" width="352" height="369" /></a></p>
<p>dan hasilnya :</p>
<p>disini Foto Cinta Laura saya Edit dikit .. dengan Image &gt; Adjustment &gt; Hue Saturation</p>
<p><a href="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template15.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2649" title="template15" src="http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/09/template15.jpg" alt="" width="510" height="407" /></a></p>
<p>Selamat mencoba yah..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel dikutip dari: http://ilmuphotoshop.com/2010/09/21/cara-memasukan-foto-cinta-laura-ke-dalam-template/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilusimedia.com/2011/05/cara-memasukan-foto-cinta-laura-ke-dalam-template/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar CSS dasar</title>
		<link>http://ilusimedia.com/2011/05/belajar-css-dasar/</link>
		<comments>http://ilusimedia.com/2011/05/belajar-css-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 06:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilusimedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[layout Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilusimedia.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[CSS kepanjangan dari Cascading Style Sheets, CSS adalah bahasa yang digunakan untuk mengatur desain halaman HTML atau XHTML. CSS ini merupakan standarisasi dalam mendesain sebuah web yang dikembangkan oleh W3C (World Wide Web Consortium). Dengan CSS ini pekerjaan seorang webdeveloper atau webdesigner menjadi lebih mudah, karena dengan hanya menuliskan satu style saja bisa digunakan berulang-ulang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CSS kepanjangan dari <em>Cascading Style Sheets</em>, CSS adalah bahasa yang digunakan untuk  mengatur desain halaman HTML atau XHTML. CSS ini merupakan  standarisasi dalam mendesain sebuah web yang dikembangkan oleh W3C  (<em>World Wide Web Consortium</em>). Dengan CSS ini pekerjaan seorang  webdeveloper atau webdesigner menjadi lebih mudah, karena dengan hanya  menuliskan satu style saja bisa digunakan berulang-ulang kali.</p>
<p>Selector digunakan untuk menentukan pada element apa sebuah style akan diterapkan. Selector juga bisa berupa “<em>id”</em> biasanya menggunakan tanda <em>“#” (tanpa kutip)</em> dan berupa <em>“class” </em>dengan tanda<em> “.” </em><em>(tanpa kutip)</em>.  Untuk bagian Declaration adalah bagian untuk menerangkan/menuliskan  style apa yang akan di buat, pada bagian declaration ini terdiri dari  dua bagian yaitu Property dan Value. Property adalah tempat untuk  mengisi style yang akan digunakan, seperti pada contoh gambar diatas  saya mengisikan dengan <em>color </em>yaitu untuk merubah jenis warna,  bisa juga diisi dengan font-size (ukuran font), background-color (warna  background) dll. Sedangkan Value adalah tempat untuk mengisi nilai dari  Property, seperti contoh di gambar atas, saya mengisi dengan <em>“#000″.</em></p>
<h2>Aturan Penulisan CSS</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-17" title="sturktur css" src="http://ilusimedia.com/wp-content/uploads/2011/05/sturktur.jpg" alt="sturktur css" width="400" height="200" /></p>
<p>Untuk aturan penulisan css di bagi menjadi 3, yaitu External CSS, Internal CSS, dan Inline CSS.</p>
<ol>
<li><strong>External CSS</strong><br />
External CSS adalah sebuah document/file yang hanya berisikan kode kode CSS, extensi file css biasanya <em>“.css”</em>.  External CSS ini terpisah dari file HTML, untuk di butuhkan sebuah  perintah untuk menghubungkan/memanggil External CSS pada file HTML.  Contoh perintah :<br />
<em>[php highlight="4"]&lt;html&gt;</em><br />
<em> &lt;head&gt;</em><br />
<em> &lt;title&gt;Belajar CSS&lt;/title&gt;</em><br />
<em> &lt;link rel=&#8221;stylesheet&#8221; type=&#8221;text/css&#8221; href=&#8221;file.css&#8221; /&gt;</em><br />
<em> &lt;/head&gt;</em><br />
<em> &lt;body&gt;</em><br />
<em> &lt;h3&gt; Belajar CSS &lt;/h3&gt;</em><br />
<em> &lt;/body&gt;</em><br />
<em> &lt;/html&gt;[/php]</em>Anda bisa lihat baris yang saya beri highlight, perintah <em>href</em> seperti di atas yang digunakan untuk memanggil External CSS dengan contoh saya beri nama <em>“file.css”</em>.  External CSS merupakan cara penulisan yang lebih sering digunakan,  karena dalam file ini hanya ada kode-kode css saja, untuk itu memudahkan  dalam hal pengeditan.</li>
<li><strong>Internal CSS</strong><br />
Internal CSS adalah kode-kode css yang dipasang didalam file HTML, lebih  tepatnya ditaruh di dalam tag “&lt; head &gt;” dan sebelum tag “&lt; /  head &gt;”. Contoh :<br />
<em>[php highlight="4,5,6,7"]&lt;html&gt;</em><br />
<em> &lt;head&gt;</em><br />
<em> &lt;title&gt;Belajar CSS&lt;/title&gt;</em><br />
<em> &lt;style type=”text/css”&gt;</em><br />
<em> p {color: red;font-size:12px }</em><br />
<em> body {background-color: white; }</em><br />
<em> &lt;/style&gt;</em><br />
<em> &lt;/head&gt;</em><br />
<em> &lt;body&gt;</em><br />
<em> &lt;p&gt;Belajar CSS&lt;/p&gt;</em><br />
<em> &lt;/body&gt;</em><br />
<em> &lt;/html&gt;[/php]</em>Bagian  yang di beri highlight merupakan contoh dari Internal CSS, Internal CSS  digunakan hanya dalam kondisi tertentu saja apabila ingin merubah  sebuah element yang hanya ada pada satu halaman HTML atau bisa juga  dipakai untuk sebuah halaman statis(tidak berubah-ubah).</li>
<li><strong>Inline CSS</strong><br />
Inline CSS merupakan cara pemasangan kode CSS yang langsung ditulis  pada tag HTML. Memang tidak direkomendasikan menggunakan cara ini, namun  tidak bisa dipungkiri saya pun masih menggunakan cara ini apabila  berada dalam sebuah kondisi yang harus merubah satu atau dua element  yang hanya ada dalam satu halaman saja.Contoh :<br />
<em>[php highlight="6"]&lt;html&gt;</em><br />
<em> &lt;head&gt;</em><br />
<em> &lt;title&gt;Belajar CSS&lt;/title&gt;</em><br />
<em> &lt;/head&gt;</em><br />
<em> &lt;body&gt;</em><br />
<em> &lt;p style=”font-size:14px;margin:1em;”&gt;Belajar CSS&lt;/p&gt;</em><br />
<em> &lt;/body&gt;</em><br />
<em> &lt;/html&gt;[/php]</em></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilusimedia.com/2011/05/belajar-css-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

